Dalam rangka memeriahkan Ulang Tahun Republik ini yang ke 62, diadakan beberapa kegiatan lomba untuk menyemarakkannya.
Diantara adalah Lomba Liga Sarung, Tarik Tambang, Makan Krupuk, GigitDuet, menghias kelas, Mengetik Cepat (Finger Strike) & catur.Berlangsung cukup lancar, aman dan terkendali, dengan penuh semangat sportifitas. Tidak sampai ada permusuhan atau malah tawuran, padahal kebanyakan dari pemenang lomba adalah para yunior (kls 10 dan kls 11).
Pemenang 1 lomba tarik tambang (putra) : 11 ips 2
Pemenang 1 lomba tarik tambang (putri) : 10 D
Pemenang 1 lomba kebersihan kelas : 12 IPS 1
Pemenang 1 Lomba Makan Kerupuk : 11 ipa 3
Pemenang 1 Lomba Gigit Duet : 10 C
Pemenang 1 Liga Sarung : 11 IPS 2
Pemenang 1 Lomba Fast Finger : 10 E
Pemenang 1 Lomba Catur : 11 IPA 3
Senin, Agustus 20, 2007
17an di Smantha
Diposting oleh
The Boxz
pukul
07.39
Kamis, Agustus 16, 2007
PRESIDEN MENYAMPAIKAN PENGHARGAAN UNTUK PEMIMPIN BANGSA
Demikian pembukaan pidato kenegaraan Presiden SBY sebelum membacakan nota keuangan menjelang peringatan HUT ke-62 Kemerdekaan RI di hadapan anggota DPR dan tamu negara sahabat di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Kamis (16/8).
Presiden meyakini bahwa para pemimpin pendahulunya telah berbuat sebaik-baiknya dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa Indonesia. Untuk itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghormati jasa-jasa para pemimpin bangsa tersebut. "Mari kita hormati jasa-jasa dan pengabdiannya pada tempat yang paling terhormat," ajak Presiden.
Lebih jauh, Presiden juga mengajak segenap masyarakat untuk memaknai Kemerdekaan RI dengan bersama-sama membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. "Mari kita tumbuhkan kembali ikatan kebangsaan, dari segenap anak bangsa yang berbeda suku, agama, ras dan kebudayaan," imbau Presiden.
Meski krisis finansial global dikhawatirkan akan menghambat proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, Presiden menekankan perbaikan kinerja ekonomi Indonesia harus tetap berlanjut. Presiden menyatakan, bangsa ini telah mengalami tantangan yang berat. Rakyat Indonesia seakan kehilangan pegangan dan kehilangan jati diri sebagai bangsa yang bermartabat.
"Hantaman terhadap ekonomi kita sungguh amat berat,...Berkat perjuangan, ketabahan dan keuletan kita sebagai bangsa, kita dapat melalui berbagai gejolak dan badai krisis itu dengan baik," papar Presiden.(DEN)
sumber : http://metrotvnews.com/
Diposting oleh
The Boxz
pukul
12.33
Khayalan Ku
Saat khayalan tiba
Ku merasakan senyummu di hatiku
Walupun ku tak kan membangunkan mimpi tidurmu
Di mana khayalan itu s'lalu menghinggapi jiwaku
Tp,sayang ku hanya bisa melihat senyum dan tawamu dikhayalan mimpi ku.
by Ade
Read More......
Diposting oleh
The Boxz
pukul
10.50
Memerangi Kemiskinan dalam Bingkai MDGs
SEJAK tujuh tahun lalu, dunia, melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengubah haluan mengenai permasalahan global. Bila dekade sebelumnya komitmen kerja sama global adalah pada pertumbuhan ekonomi, mulai 2000, yang dikenal dengan era milenium, orientasi lebih difokuskan pada pembangunan manusia melalui perang terhadap kemiskinan.
Sebagai anggota PBB, Indonesia salah satu penanda tangan delapan butir deklarasi pada September 2000 yang sekarang luas dikenal dengan Millennium Development Goals (MGDs).
Delapan butir deklarasi itu ialah penghapusan kemiskinan, pendidikan untuk semua, persamaan gender, perlawanan terhadap penyakit, penurunan angka kematian anak, peningkatan kesehatan ibu, pelestarian lingkungan hidup, dan kerja sama global.
Sepintas, memang, tidak ada tema yang sungguh-sungguh baru dari delapan butir deklarasi itu. Perang terhadap kemiskinan dan penyakit sudah menjadi agenda pembangunan melalui politik anggaran nasional.
Tetapi fakta yang tidak bisa diingkari adalah negara berkembang, termasuk Indonesia, gagal memerangi kemiskinan. Angka kemiskinan di banyak negara, terutama di Afrika dan sebagian Asia, malah meningkat. Krisis global pada awal 2000, misalnya, telah menambah angka orang miskin di Indonesia hingga mencapai separuh jumlah penduduk.
Delapan butir deklarasi sasaran pembangunan milenium sebenarnya bisa dikelompokkan dalam empat bidang besar. Yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kesetaraan gender. Keempat bidang itu telah memiliki kelembagaan dalam negara Indonesia sejak lama.
Namun, mengapa Indonesia gagal memerangi kemiskinan? Padahal pendidikan dan kesehatan telah memakan alokasi APBN yang cukup besar. Lingkungan dan kesetaraan gender, walaupun masih menjadi anak tiri, toh kelembagaannya dipertahankan.
Pendek kata, kita sudah mendefinisikan persoalan secara betul, tetapi selalu gagal dalam meraih sukses. Kenapa?
Ternyata dunia belajar dari pengalaman bahwa kemiskinan yang masih membelenggu bagian terbesar manusia di bumi tidak semata disebabkan ketidakmampuan negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin mengatasi kemiskinan di negara mereka sendiri.
Oleh karena itu, kerja sama global untuk memerangi kemiskinan menjadi mutlak. Dan, yang harus menjadi pelopor adalah negara-negara donor terutama Amerika dan Uni Eropa. Itulah paradigma yang mendasari MDGs.
PBB menyadari kemiskinan yang membelenggu dunia bisa diatasi bila Eropa dan Amerika memiliki kemauan memberi dan membantu. Dalam paradigma itu disadari sebuah kemutlakan baru, yaitu berdagang dan membantu sama pentingnya.
Potensi bantuan Amerika, misalnya, sangat besar. Anggaran militer Amerika tahun ini adalah US$450 miliar. Sebaliknya, bantuan untuk mengatasi kemiskinan hanya US$13 miliar. Andai kata dunia telah menjadi tempat yang aman bagi semua, AS dan Eropa tentu tidak perlu membuang biaya begitu besar bagi keperluan pertahanan.
Nah, keberhasilan negara-negara di dunia melaksanakan MDGs sangat bergantung pada kemauan dan pandangan jauh ke depan. Bila negara-negara di dunia memaknai itu dengan sungguh-sungguh, kemiskinan akan lenyap pada 2025. Dunia yang makmur akan menyumbang bagi keamanan global. AS dan Eropa harus menjadi pelopor keyakinan tersebut.
Itulah peluang dan tugas yang harus ditunjukkan dalam RAPBN yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini di DPR. Peluang itu adalah perang terhadap kemiskinan sekarang telah menjadi komitmen global.
Indonesia harus mengoptimalkan diplomasi global agar komitmen Amerika dan Eropa untuk lebih banyak memberi daripada berdagang terlaksana dengan sungguh-sungguh. Tapi jangan lupa, kerja sama global hanya sukses bila didukung kesungguhan negara-negara itu sendiri.
Komitmen global tentu tidak akan efektif memerangi kemiskinan di negara yang korup. Nah, itu tantangan Indonesia.
Diposting oleh
The Boxz
pukul
04.00
Salahkah aku
Apakah salah bila cinta itu pindah ke hati yang lain ?
Aku tak pernah berharap cinta itu akan tumbuh
Dan aku tak pernah berharap cinta itu akan pergi
Aku hanya menjalani hati
Karena aku yang akan mengendalikan cinta ini
Mengapa selalu aku yang salah bila cinta milikku pergi ?
Mengapa selalu aku yang terlihat menghancurkan hati orang lain
Salahkan saja hatiku
Karna ia yang mengendalikan cinta milikku
Andai tak ada lagi cinta untukku
Aku rela menjalani hati ini sendirian
Agar tak ada lagi cinta yang tersakiti
Oleh cinta milikku
Diposting oleh
The Boxz
pukul
03.46
Sosok Khayalan
Diposting oleh
The Boxz
pukul
03.10
Kekasih
Ketakutan terbesar dalam pikiranku adalah tertelan sepenuhnya oleh-Mu
Aku mencari pelukan-Mu yang penuh cinta
namun seringkaliku bersikeras untuk berjalan diatas dunia ini sendiri
Tunjukan padaku keberanian untuk benar-benar pasrah
untuk berhenti bersembunyi dalam prasangkaku
menyulitkan diriku sendiri dalam permainan ketakutan dan rasa bersalah
Bernyanyilah untuk jiwaku lagu-Mu yang agung
hingga aku tak dapat mendengar apapun lagi
Embuskan napas-Mu melalui napasku
hingga aku tak dapat bernapas tanpa-Mu
Ambillah keinginan2ku yang bertentangan
dan murnikan diriku hingga hanya satu yang tersisa
Agar aku dapat berdiri tanpa pertahanan dalam diri-Mu
tanpa rasa takut
Diposting oleh
The Boxz
pukul
03.01
Hamba Berpasrah
Aku serahkan pada-Mu keterikatanku
terhadap keyakinan bahwa aQ tak pantas menerima
Bantu aku melepaskan ini
dan menyingkap kebenaran tentang siapa aQ sebenarnya
Ya Rabbi
Aku memasrahkan pada-Mu keyakinanku
bahwa Aku terpisah dan Sendirian
Bantu Aku merasakan dan mengetahui
bahwa cinta-Mu ada bersamaku
Selalu menuntunku
Diposting oleh
The Boxz
pukul
02.45
KALBAR THE SEMIFINALIST OF ISDC 2006
Sebelum tahun 2002, delegasi Indonesia ke WSDC dipilih oleh Departemen Pendidikan Nasional berdasarkan beberapa pertimbangan. Salah satu pertimbangan tersebut adalah hasil dari kompetisi High School Debating Championship (HSDC) yang diadakan oleh English Debating Society Universitas Indonesia (EDS UI), yang didirikan tahun 1997 oleh tim Indonesia pertama yang mengikuti All Asian Intervarsity Debating Championship, yaitu Patsy Widakuswara, Achmad Soekarsono, Permata harahap dan Hisar Maruli Manurung dari Universitas Indonesia. Berdasarkan prestasi yang menjanjikan yang diraih delegasi Indonesia ke WSDC 2001 dan 2002, Departemen Pendidikan Nasional akhirnya menunjuk Association for Critical Thinking (ACT) sebagai pelaksana tetap ISDC sebagai wahana seleksi delegasi Indonesia ke WSDC hingga sekarang (2006).
ACT sendiri merupakan organisasi nirlaba yang dibentuk oleh beberapa alumni pedebat dari Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, dan Institut Teknologi Bandung. ACT bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis di kalangan pelajar Indonesia dengan kegiatan debat kompetitif sebagai alat andalannya. Dalam melaksanakan ISDC, ACT bekerjasama dengan para guru di provinsi-provinsi dan dengan komunitas debat di tingkat universitas.
Pada ISDC 2002 dan 2004, selain tim yang mewakili provinsi, panitia juga mengundang beberapa sekolah yang unggul prestasi debatnya untuk menambah jumlah tim dan membantu menaikkan kualitas kompetisi secara keseluruhan. Sejak ISDC 2005, hal ini tidak dilakukan lagi sebab pesertanya sudah berjumlah 32 tim dari 32 provinsi di Indonesia.
ISDC 2002 memilih delegasi Indonesia ke WSDC 2003, namun karena rentang waktu antara WSDC 2003 dan 2004 terlalu kecil, diputuskan bahwa delegasi yang sama juga dikirim ke WSDC 2004 (kecuali satu orang yang harus diganti karena sudah lulus SMU).
HASIL ISDC 2006
ISDC 2006 dilaksanakan pada tanggal 30 November hingga 8 Desember 2006 di Cisarua, Bogor dengan hasil sebagai berikut:
National Round :
Juara I : Bali (Putu Norma Astyari, Made Abigail Ayu Sutika S, Chandra Adiputra)
Juara II : Jawa Barat (Aria Danaparamita, Rara Sekar Larasati, Fathir Ramadhan)
Semifinalis : Sumatra Selatan dan Kalimantan Barat*)
8 Pembicara terbaik adalah 3 orang dari DKI Jakarta (Natalia Rialucky, Yosef Galih, Jeanette Tamara), 3 orang dari Bali (Putu Norma Asytari, Made Abigail Ayu Sutika S, Chandra Adiputra), 1 orang dari Jawa Barat (Aria Danaparamita), dan 1 orang dari Lampung (Genadi S)
Delegasi Indonesia ke WSDC 2007 (Seoul, Korea): Jeanette Tamara, Aria Danaparamita, Putu Norma Astyari, Natalia Rialucky
*)Tim Kalbar : Adityo Darmawan Sudagung (1st Speaker)
Edy Haryanto (2nd Speaker)
Elliza Viyantina (3rd Speaker)
Semoga tahun ini Tim Kalbar Lebih baik lagi,,teruskan prestasi KalBar..Amin,,
Diposting oleh
The Boxz
pukul
02.05
Rabu, Agustus 15, 2007
Larangan Berjilbab Bagi Paskibraka Salahi Aturan
"Anggota Paskibraka tingkat nasional tahun 2006 saja ada yang memakai jilbab," kata Pembina Paskibraka, Balai Pembinaan Pemuda dan Olahraga (BPPO) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sudarmin, Jumat, menanggapi larangan berjilbab bagi peserta seleksi calon anggota Paskibraka di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Ia mengatakan selama ini dalam pelatihan trainer Paskibraka yang diikutinya di tingkat nasional, tidak pernah ada petunjuk mengenai larangan berjilbab bagi anggota Paskibraka.
"Anggota Paskibraka putri yang mewakili DIY ke tingkat nasional tahun 2006 adalah siswi yang berjilbab, dan kenyataannya tidak menimbulkan masalah," kata dia.
Ia menambahkan seleksi anggota Paskibraka 2007 tingkat DIY akan dilaksanakan pada 23 - 24 Mei 2007. Tiap kabupaten/kota di DIY mengirimkan masing-masing minimal delapan wakil, empat putra dan empat putri.
Sedangkan kriteria yang dipakai untuk menyeleksi adalah pengetahuan umum dengan bobot 20 persen, kepribadian 30 persen, kesamaptaan 20 persen, Bahasa Inggris 10 persen, dan kepemimpinan 20 persen.
Dua peserta terbaik hasil seleksi yang terdiri dari satu putra dan satu putri akan dikirim ke Paskibraka tingkat nasional.
"Sedangkan untuk Paskibraka tingkat provinsi akan dipilih 40 siswa, terdiri atas 20 putra dan 20 putri," katanya.
Paskibraka tingkat Provinsi yang merupakan wakil dari kabupaten/kota akan menjalani masa karantina yang dumlai dari tannggal 1 - 18 Agustus 2007.
"Selama masa karantina mereka akan menjalani empat tahap latihan, yaitu tahap dasar, pengenalan, tingkat mahir, dan pelaksanaan," kata dia. (*)
Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2007/5/4/larangan-berjilbab-bagi-paskibraka-salahi-aturan/
Read More......
Diposting oleh
The Boxz
pukul
22.52